Dari Lembut ke Liar: Memahami Kenapa Kucing Suka Menggigit saat Bermain

[dipi_image_mask image=”@ET-DC@eyJkeW5hbWljIjp0cnVlLCJjb250ZW50IjoicG9zdF9mZWF0dXJlZF9pbWFnZSIsInNldHRpbmdzIjp7fX0=@” shape=”Shape37″ shape_scale_x=”1.09″ shape_scale_y=”0.92″ image_horz=”-3″ image_vert=”166″ layer_1_enable=”on” layer_1_background_color=”#f2e9e6″ layer_2_enable=”on” docration_element_1=”DottedShape” layer_2_background_color=”gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724″ layer_2_horz=”55%” layer_2_vert=”-14%” layer_2_scale=”0.61″ layer_3_enable=”on” docration_element_2=”AbstractCircle” layer_3_background_color=”#F5ECE8″ layer_3_horz=”-29%” layer_3_vert=”38%” layer_3_scale=”0.6″ _builder_version=”4.18.0″ _dynamic_attributes=”image” _module_preset=”default” custom_margin=”-100px||||false|false” custom_margin_tablet=”-100px||||false|false” custom_margin_phone=”-50px||||false|false” custom_margin_last_edited=”on|phone” global_colors_info=”{%22gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724%22:%91%22layer_2_background_color%22%93}”][/dipi_image_mask]
Ternyata, gigitan kucing saat bermain bukanlah tanda agresi, melainkan cara mereka mengekspresikan kegembiraan dan rasa senang. Temukan rahasia mengapa kucing suka menggigit saat bermain dan bagaimana cara mengatasi kebiasaan ini. Dari tips latihan hingga permainan yang tepat, kami hadir dengan solusi ramah yang akan menjaga interaksi bermain dengan kucing kesayangan Anda tetap aman dan menyenangkan. Baca artikel ini sekarang dan pahami perilaku menggemaskan dari kucing Anda!"

Artikel ditulis oleh:

Avatar photo
Hario Dhanar
Published on 16 Juli 2023
Last Updated on 16 Juli 2023

Ketika kita bermain dengan kucing kesayangan kita, tidak jarang kita merasakan gigitan ringan yang tak terduga. Mengapa kucing suka menggigit saat bermain? Mari kita coba memahaminya.

Pada dasarnya, kucing adalah makhluk yang penuh energi dan naluri berburu yang kuat. Ketika bermain, naluri berburu ini sering kali muncul, bahkan jika mereka bermain dengan kita. Gigitan yang mereka berikan biasanya bukanlah tanda agresi, melainkan cara mereka mengekspresikan kegembiraan dan rasa senang.

Kucing menggigit saat bermain juga dapat menjadi pertanda bahwa mereka terlalu bersemangat atau terlalu terangsang. Ketika bermain dengan kucing, penting bagi kita untuk membatasi rangsangan yang bisa membuat mereka kehilangan kendali dan menggigit dengan lebih kuat.

Untuk mengatasi kebiasaan menggigit saat bermain, kita dapat melatih kucing kita dengan permainan yang tidak melibatkan tangan atau kaki kita secara langsung. Menggunakan mainan yang sesuai dan memberikan perhatian yang cukup pada kucing kita juga bisa membantu mengalihkan perhatian mereka dari menggigit.

Jadi, meskipun terkadang gigitan kucing bisa membuat sedikit terkejut, dengan memahami alasan di baliknya dan dengan memberikan permainan yang tepat, kita dapat menjaga interaksi bermain dengan kucing kita tetap menyenangkan dan bebas dari cedera.

Kenapa kucing suka menggigit saat bermain?

Ada beberapa alasan yang bisa kita ketahui kenapa kucing suka menggigit saat bermain bersama kita, antara lain:

1.Kebiasaan yang ia peroleh sedari kecil

Kucing biasanya melahirkan banyak anak dalam sekali lahir. Ketika mereka mulai beranjak dewasa, para kucing ini akan mulai bermain satu sama lain dengan saudara-saudaranya maupun dengan induknya yang mana mereka bermain sambil menendang-nendang dan saling menggigit-gigit. Cara bermain seperti ini yang juga ia gunakan kelak ketika mereka bermain bersama kita, majikannya. Itulah mengapa kucing suka menggigit saat bermain bersama kita.

anak kucing bermain dengan induknya - Dari Lembut ke Liar: Memahami Kenapa Kucing Suka Menggigit saat Bermain
kucing mainan dengan induknya

2.Ia tidak suka dengan kelakuan kita terhadapnya

kucing gigit tangan manusia - Dari Lembut ke Liar: Memahami Kenapa Kucing Suka Menggigit saat Bermain
kucing gigit tangan majikannya

Seringkali apa yang kita lakukan saat bermain dengannya bukanlah sesuatu yang sebagaimana kita pikirkan. Misalnya saat bermain bersama kita suka sekali mengelus bagian tertentu dari badannya, entah itu perutnya, bokongnya, atau dagunya. Kita merasa kucing kita menyukainya, tapi ternyata tidak. Semakin kita melakukan hal itu semakin memperbesar ketidaksukaannya pada tindakan yang kita lakukan sehingga gigitan pun terjadi.

3.Ia sedang menyalurkan instingnya

Kucing suka menggigit saat bermain juga bisa disebabkan karena ia melihat permainan itu sebagai satu hal yang dapat menyalurkan instingnya sebagai binatang buas.

Misalnya ketika kita tengah menjulurkan tangan saat bermain dengannya lalu kita gerakkan ke kiri dan ke kanan, kucing kita mengira itu adalah gerakan dari seekor hewan kecil yang meliuk-liuk di lantai. Kucing pun menjadi waspada dan begitu tangan kita semakin mendekat, tangan kita akan digigitnya dan dicakarnya.

Bagaimana cara kita menghentikan kucing suka menggigit saat bermain ini?

bekas gigitan kucing - Dari Lembut ke Liar: Memahami Kenapa Kucing Suka Menggigit saat Bermain
bekas gigitan kucing di kaki

Ketika kamu sudah mencapai suatu titik “cukup sudah.. aku tidak mau disakiti lagi oleh gigitan kucingku” bisa terlepas dari kelakuan yang mungkin sudah menjadi kebiasaan mereka. Tentunya ini butuh proses karena tidak mudah dan kesabaran tentunya.

Ada beberapa cara untuk menghentikan kebiasaan kucing suka menggigit saat bermain seperti:

1.Alihkan perhatiannya dengan mainannya

Kalau kamu sudah merasa cukup tangan atau kakimu dijadikan “mahakarya” oleh kucingmu, kamu bisa alihkan ia menggunakan mainan kucing yang telah kamu sediakan untuknya.

Kamu bisa gunakan mainan yang bisa dilempar atau digelindingkan seperti bola plastik atau karet. Kamu juga bisa gunakana gulungan benang untuk ia gigit-gigit.

anak kucing suka menggigit saat bermain gulungan benang
anak kucing suka menggigit saat mainan gulungan benang

2.Berpura-puralah tidak lagi ingin main dengannya

Jika kamu mendapatkan kucing mulai memunculkan gelagat agresifnya dan ia sedang bersiap untuk menggigit tangan atau kakimu, tunjukkan padanya gelagat kamu nggak mau lanjutin main. Kamu bisa saja tiba-tiba diam ketika kucing sudah bersiap-siap menyerangmu atau kamu justru pergi dari hadapannya. Hal ini akan membuat persiapan menyerangmu dibatalkan. Begitu keinginannya ini telah hilang barulah kamu kembali padanya.

Jika ternyata kucingmu masih ingin melanjutkan aksi gigit-menggigitnya itu dan ternyata ia mengejarmu, cuekin saja ia. Jangan hiraukan sampai keinginannya itu hilang. Barulah setelah itu kamu bisa melanjutkan permainan dengannya yang sempat berakhir.

3.Kamu perlu mengetahui bahasa tubuh kucing

Seorang majikan kucing yang telah memelihara kucing hingga bertahun-tahun tidak selalu tahu apa yang kucingnya maksudkan untuknya.

Hal ini bisa dikarenakan:

  • kucing adalah hewan yang sulit untuk ditebak sifatnya.
  • kita kurang mengenal sifat dan kemauan kucing kita.
  • kita mengajaknya main saat kita sedang ingin saja sehingga ikatan antara kita dengannya masih agak lebar.

Mempelajari bahasa tubuh kucing memang tidak serta merta kita tahu semua apa yang kucing maksudkan ke kita, tapi setidaknya kita bisalah menangkap sedikit apa yang ia mau dan yang tidak ia sukai dari kita. Dengan begitu kemungkinan kucing suka menggigit saat bermain akan jauh berkurang.

Masih banyak bacaan menarik selain kucing suka menggigit saat bermain untukmu seperti:

Sumber Tulisan
Dokter Pet hanya menggunakan sumber tulisan berkualitas, termasuk jurnal ilmiah, untuk mendukung fakta pada tulisan kami dan menjaga artikel Dokter Pet akurat, handal dan dapat dipercaya.

Hillspet (2023). Why Do Cats Bite While Playing?

Purina (2023). How to Stop Your Cat Biting.

Purrfectpost (2023). How to Stop a Cat from Biting When Playing.

[dipi_reading_progress_bar bar_animation=”striped” bar_bg_color=”RGBA(255,255,255,0)” bar_color=”gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724″ bar_striped_color=”#F5ECE8″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{%22gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724%22:%91%22bar_color%22%93}”][/dipi_reading_progress_bar]
[dipi_text_highlighter text_highlighter_text=”Peraturan” text_highlighter_suffix=”Komentar!” highlight_shape=”circle_2″ stroke_color=”#f2beae” _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” all_text_text_color=”gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724″ highlighted_text_font=”|800|||||||” highlighted_text_text_color=”gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724″ sufix_text_text_color=”gcid-6956b91d-f244-466d-9669-f54caa4da332″ global_colors_info=”{%22gcid-95a05b24-2c6b-4231-bd6b-8fb74c086724%22:%91%22all_text_text_color%22,%22highlighted_text_text_color%22%93,%22gcid-6956b91d-f244-466d-9669-f54caa4da332%22:%91%22sufix_text_text_color%22%93}”][/dipi_text_highlighter]
Harap jangan menanyakan keadaan darurat atau pertanyaan medis khusus lainnya tentang hewan peliharaan di kolom komentar!

Sebagai sumber informasi online, Dokter Pet tidak dapat dan tidak memberikan nasihat atau konseling medis khusus. Pemeriksaan fisik menyeluruh, riwayat pasien, dan hubungan antara dokter hewan-pasien-klien diperlukan untuk memberikan nasihat medis khusus.

Kalau kamu khawatir hewan peliharaanmu mengalami keadaan darurat atau jika kamu memiliki pertanyaan medis khusus terkait dengan kondisi medis hewan peliharaanmu saat ini, silakan hubungi atau kunjungi dokter hewan terdekat.

0 Komentar

Kirim Komentar